metaverse
Opini Pak Jokowi terhadap Metaverse

Era Metaverse, Kamu Sudah Siap?

Era Metaverse, Kuy Simak Apa Kata Pak Jokowi !!

METAVERSE
image source: freepik.com

Kemajuan teknologi

Warta Jawa Timur – Kemajuan teknologi semakin tak terbendung. Kehadiran teknologi tidak hanya memudahkan berbagai pekerjaan manusia. Melalui teknologi informasi dan komunikasi terkini, manusia juga mampu mewujudkan apa yang menjadi impian manusia selama ini. Apa yang dulu dianggap sebagai ide utopis sekarang bisa menjadi kenyataan. Ide membuat nyawa orang di dunia maya awalnya fiksi sederhana. Namun kini muncul metaverse, kehidupan manusia baru di dunia maya.

Dalam beberapa kesempatan, Presiden Joko Widodo telah berbicara tentang metaverse ini. Presiden Jokowi meminta semua pihak mengantisipasi datangnya era metaverse. kata Jokowi saat bertemu dengan pendiri Facebook Mark Zuckerberg. Dia diperkenalkan dengan metaverse digital di mana hanya dengan memakai kacamata oculus dia bisa bermain pingpong dan bola fisik.

jokowi mark
image source: inet.detik.com

Di zaman metaverse, banyak hal akan muncul secara virtual. Sekolah, perkantoran, perusahaan, restoran, wisata, pusat perbelanjaan dan berbagai aktivitas yang selama ini hanya bisa dilakukan di dunia nyata bisa hadir secara virtual. Kehidupan manusia semakin dimanjakan oleh teknologi ketika ingin memenuhi kebutuhannya. Semuanya bisa dilakukan dengan sentuhan jari, tanpa perlu bertatap muka, praktis, mudah, hemat waktu dan bisa dilakukan kapan saja, dimana saja.

Seiring berkembangnya teknologi secara global, siap atau tidak, Indonesia sebagai bagian dari masyarakat dunia akan menjadi bagian dari kehidupan baru era metaverse. Metaverse diperkirakan mulai berkembang pada 2022 hingga mencapai puncaknya pada 2045. Karena kita tidak bisa menolak kehadiran teknologi baru, maka yang perlu kita lakukan adalah mempersiapkan era baru akibat kemajuan teknologi tersebut. Untuk itu perlu segera mempersiapkan proses adaptasi dan penguasaan teknologi terkini.

Baca Juga  Mau Menaikkan Tinggi Badan? Ini 7 Metode Gampang Yang Dapat Dilakukan

Literasi Metaverse

Istilah metaverse pertama kali muncul oleh penulis fiksi ilmiah Neal Stephenson dalam novelnya “Snow Crash” tahun 1992. Secara etimologis, metaverse berasal dari kata meta (alam semesta) dan universe. Metaverse adalah alam semesta kedua yang lebih canggih daripada alam semesta dunia nyata yang sekarang menjadi tempat tinggal manusia. Menurut Mark Zuckerberg, metaverse yang ingin ia dan perusahaannya ciptakan adalah lingkungan virtual yang dapat dimasuki pengguna alih-alih hanya melihat layar.

Sederhananya, metaverse adalah konsep dunia online yang memungkinkan orang untuk berinteraksi dengan orang lain, berkolaborasi dan berkomunikasi tanpa harus berada di ruangan yang sama. Metaverse adalah simulasi dunia manusia di Internet. Melalui kacamata virtual, komunikasi di dunia metaverse memasuki dunia bayangan yang tampak sangat nyata dan hidup. Metaverse adalah dunia tanpa batas, di mana orang dapat berinteraksi satu sama lain menggunakan perangkat virtual reality (VR), kacamata augmented reality (AR), smartphone, dan sejumlah perangkat lainnya.

Metaverse lebih seperti alam semesta baru yang mewah, yang merupakan irisan dari tiga bidang utama dalam industri teknologi informasi.

Blockchain

Pertama, blockchain adalah rantai blok, konsep, dan praktik yang digunakan dalam pengembangan cryptocurrency. Cryptocurrency adalah mata uang yang diyakini akan digunakan di masa depan karena sifatnya yang terdesentralisasi.

Augmented Reality

Kedua, augmented reality, yaitu augmented reality atau realitas virtual.

Web 3.0

Ketiga, Web 3.0. yang merupakan generasi ketiga dari dunia maya yang memungkinkan pengguna internet tidak hanya berinteraksi satu sama lain melalui perantara atau media web, tetapi juga berinteraksi secara real time atau waktu nyata. Web 3.0 juga memungkinkan pengguna untuk melihat avatar tidak hanya dalam dua dimensi tetapi juga dalam tiga dimensi. Melalui bantuan avatar di ruang virtual, orang dapat bekerja, bermain, bersosialisasi, dan sebagainya.

Baca Juga  Rekomendasi Ide Bisnis Ibu Rumah Tangga yang Bisa Dilakukan dari Rumah

Metaverse memungkinkan pengguna untuk membuat avatar mereka sendiri sesuai keinginan. Ada avatar manusia dengan jenis kelamin laki-laki atau perempuan lengkap dengan pakaian atau bentuk lain seperti robot dan karakter game lainnya. Pengguna akan dapat melakukan kegiatan dunia nyata yang sama seperti berlatih, menonton konser musik, jalan-jalan, bersepeda, pergi ke sekolah, memberikan kuliah, menghadiri pengajian, berkhotbah dan banyak lagi.

Melalui metaverse, orang dapat melakukan bisnis, membeli tanah, rumah, kendaraan, dan melakukan berbagai aktivitas seperti di dunia nyata. Metaverse menganut prinsip-prinsip pasar bebas. Mata uang yang digunakan dalam berbagai transaksi adalah cryptocurrency. Melihat potensi tersebut, sejumlah perusahaan besar seperti Facebook (yang berganti nama menjadi Meta), Microsoft dan banyak perusahaan raksasa lainnya telah menggelontorkan dana untuk menguasai sumber daya di dunia maya.

Impact

Kehadiran metaverse tidak mungkin tanpa dampak negatif, seperti kebocoran data, pencurian data, malware terliar, cracker yang lebih pintar, peretas yang lebih canggih, dan bahkan pembobolan data yang lebih masif di berbagai negara. Dan salah satu kekhawatiran terbesar adalah apakah ada kejahatan antar negara. Jika demikian, perang siber tentu akan sulit dicegah.

Perkembangan teknologi komunikasi telah mencoreng model kehidupan sosial budaya masyarakat. Ada juga kecenderungan untuk kecanduan teknologi. Kecanduan ini bisa membuat manusia seolah tidak bisa hidup tanpa teknologi, bahkan terkadang seolah-olah dikendalikan oleh teknologi. Perkembangan teknologi tidak bisa dihindari, di satu sisi baik untuk mendukung peradaban. Namun, harus diingat, teknologi hanyalah alat yang tidak mengendalikan kehidupan manusia.

Berkaitan dengan teknologi ini, pilihannya adalah kita yang akan mengendalikan teknologi atau teknologi yang akan mengendalikan hidup kita. Ini tentu bukan pilihan yang mudah. Saat ini, tidak jarang orang diperbudak oleh teknologi. Hidupnya sangat bergantung dan dikendalikan oleh teknologi. Tidak banyak pengguna teknologi yang benar-benar tech savvy (melek), yang mampu mengontrol penggunaan teknologi secara proporsional.

Baca Juga  Setelah Gempa 6,6 SR, Akan Ada Gempa Besar Susulan Kembali Mengguncang Jakarta?

Metaverse adalah ancaman yang semakin nyata dari teknologi terhadap kemanusiaan dan nilai-nilai kemanusiaan. Ketika hidup sangat bergantung pada Internet, kecanduan internet muncul. Kondisi ini tentunya dapat mempengaruhi kondisi fisik dan mental. Munculnya depresi, kecemasan, kecanduan gadget, obesitas akan menjangkiti kehidupan masyarakat modern.

impact metaverse
image source: suara.com

Metaverse akan menciptakan dunia yang lebih digital daripada fisik. Teknologi akan melahirkan “dewa palsu” yang bisa menciptakan hubungan tidak sehat antar manusia. Kehadiran teknologi seharusnya memberikan manfaat bagi manusia, jangan sampai kecanggihan teknologi justru merugikan dan menciptakan hal-hal negatif bagi kehidupan manusia. Bukankah kita harus hidup sesuai dengan kodrat kita manusia, kita memberdayakan teknologi, bukan diperdaya. (msf)

Leave a Reply

Your email address will not be published.