Benarkah Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16 Ribu Per 1 April 2022? Ini Penjelasan Pertamina

Jakarta – PT MRT Jakarta mengumumkan pembangunan MRT Cikarang-Balaraja fase 3 membutuhkan dana Rp 160 triliun.

Ketua MRT Jakarta William Sabander mengatakan pihaknya mendorong pembiayaan melalui konsorsium yang mencakup pemerintah, sektor swasta dan investasi asing.

Dia mengatakan Kamis (31/3) di MRT Bundaran HI di Jakarta: “Kami sedang bekerja untuk mendanai konsorsium yang mencakup Asian Development Bank (ADB) dan investor pemerintah dan global yang menyatakan komitmen seperti pembiayaan swasta. . Sesuatu seperti ini,” katanya. /2020).

Diungkapkan pula bahwa seksi 3 kereta bawah tanah Cikarang-Balaraja yang meliputi area seluas 87 km (km), terbagi menjadi 49 stasiun.

“Panjang dari Balaraga ke Cikarang 87 km, dan Jakarta 31 km, dengan hampir 49 stasiun,” kata William.

Untuk swasta, perusahaan akan menempuh jalur tiga tahap, dengan pendekatan koridor bekerja sama dengan pengembang.

William menambahkan, salah satu pengembang menyatakan komitmennya hari ini melalui Memorandum of Understanding (MoU), PT Jababeka Tbk (KIJA).

“Pendekatan koridor ini merupakan konsep yang kami perkenalkan ketika kami membangun Fase 3,” kata William. Jababica merupakan yang pertama di luar Jakarta. Kami sedang mencari pendanaan untuk koridor pendekatan ini, dan salah satunya adalah Jababica dengan TOD. “

Baca Juga  Fitur Facebook Ads Di TokoTalk Memudahkan Pebisnis Buat Iklan Kampanye Dari Dasbor Toko

Leave a Reply

Your email address will not be published.