Kemenperin Pantau Ketat Industri Minyak Goreng Untuk Penuhi Kebutuhan Masyarakat Dan UMKM

Siaran pers, Rita Fabriani

Jakarta – Kementerian Perindustrian terus memantau pemenuhan kebutuhan minyak goreng masyarakat lokal dan usaha kecil menengah (UMKM) di industri minyak goreng sawit (MGS).

Fokus pemenuhan kebutuhan MGS lokal adalah Peraturan Menteri Perindustrian (Permenperin) 2022 tentang Penyediaan Minyak Goreng Curah untuk kebutuhan masyarakat, usaha kecil dan usaha kecil yang didanai oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit. 8. (BPDPKS).

Permenperin 8 tahun 2022 mengatur tentang penyelenggaraan usaha program minyak goreng curah bersubsidi, mulai dari pendaftaran, produksi, distribusi dan pembayaran klaim subsidi hingga penyadapan dan pengawasan.

Pemerintah dapat lebih mengatur produksi dan distribusi bahan baku, MGS curah melalui kebijakan berbasis industri untuk memastikan pasokan selalu tersedia dengan harga eceran tertinggi (HET).

“Pemerintah telah mereformasi total kebijakan terkait pasokan minyak goreng dalam jumlah besar dari kebijakan berbasis perdagangan menjadi berbasis industri. Kebijakan berbasis industri ini juga diperkuat dengan pemanfaatan teknologi informasi berupa SIMIRAH. (Ucap Bhutto, Direktur Industri Pertanian, Departemen Perindustrian.) Julie Ardica, Selasa (30/3 2022-03, Sistem Informasi Minyak Goreng Curah) mengelola dan mengawasi produksi dan distribusi minyak goreng curah. “.

Oleh karena itu, Kementerian Perindustrian terus mendorong produsen dan distributor yang memenuhi komitmen penyaluran minyak goreng curah bersubsidi untuk melaporkan realisasi penyaluran melalui Samira.

Penggunaan teknologi informasi untuk pengawasan dan pengendalian produksi-distribusi bertujuan untuk meningkatkan efektivitas, efisiensi, keandalan dan akuntabilitas distribusi penuh minyak nabati curah dari pabrik ke konsumen akhir, masyarakat dan usaha mikro. .

“Dari 81 pabrik MGS yang ada di database kami, ada 74 produk terdaftar yang sejauh ini sudah mendapatkan nomor registrasi SIINAS,” kata Boto.

Menurut pantauan Kementerian Perindustrian, semua perusahaan dengan nomor registrasi SIINAS memproduksi dan mengalokasikan minyak nabati dalam jumlah besar setara dengan sekitar dua kali kebutuhan harian nasional.

Baca Juga  Fitur Facebook Ads Di TokoTalk Memudahkan Pebisnis Buat Iklan Kampanye Dari Dasbor Toko

Padahal, setiap perusahaan yang sudah memiliki nomor registrasi SIINAS memproduksi sekitar 14.000 ton MGS per hari.

“Dengan demikian, kebutuhan harian minyak goreng curah per negara menjadi dua kali lipat,’ kata Bhutto.

Sesuai dengan kebijakan sumber berbasis industri kami, serta produsen, semua distributor yang mendistribusikan minyak goreng curah bersubsidi mulai dari distributor 1 (D1), distributor 2 (D2) dan jalur distribusi yang lebih rendah ke bawah harus mendaftar ke SIMIRAH.

Seluruh data transaksi yang berkaitan dengan penjualan atau pengiriman minyak goreng curah bersubsidi tercatat melalui Samira sehingga aliran minyak goreng curah bersubsidi dapat terlacak secara real time.

“Oleh karena itu, produsen nantinya akan mendaftar ke distributor untuk memberikan informasi ke pasar dimana minyak goreng curah didistribusikan atau dijual,” tambahnya.

Untuk itu, Kemenperin akan terus menghubungi produsen pengecer dan seluruh distributor hingga terdaftar dan digunakan dalam SIMIRAH.

“Kami akan terus memberikan sosialisasi, bimbingan teknis dan dukungan kepada produsen dan distributor-retailer minyak goreng curah bersubsidi,” kata Bhutto, agar SIMIRAH semakin dikenal dan digunakan oleh pelaku komersial.

Leave a Reply

Your email address will not be published.